Selasa, 17 Mei 2016

Persahabatan

 Banyak orang yang sering mengatasnamakan persahabatan. Entah untuk hal2 yang positif, tapi sering juga untuk hal2 yang negatif. Misalnya pada masalah mencontek. Bila ada temannya yang "berkicau", maka akan didiamkan atau malah dikucilkan. "Kita kan harus setia kawan," begitulah anggapan kebanyakan orang. Karena anggapan itu, banyak orang yang sering menyembunyikan kejahatan atau kesalahan temannya. Mereka takut tidak dianggap teman lagi. Bukannya jika begitu, mereka sama saja telah ikut andil dalam kesalahan yang dilakukan temannya ?

Anggapan itu terlihat sangat merugikan orang yang tidak melakukan kesalahan. Bagaimana tidak ? Mereka akan terus merasa bersalah karena telah menyembunyikan kebathilan, namun di lain pihak mereka akan merasa berkhianat jika mengadukan pada orang lain. Sedangkan orang yang melakukan kesalahan, bisa bernapas lega bila temannya tidak "nyanyi".

Padahal Allah jelas2 melarang kita untuk tolong menolong dalam hal keburukan. Bahkan dosa kita juga akan sama dengan dosa orang yang melakukan keburukan tersebut. Naudzubillah..

Be Better, Kawan :D

Rabu, 11 Mei 2016

Dream


"Everything you can imagine is real" -Pablo Picasso-

Mimpi. Pasti semua orang mempunyainya. Namun, bukanlah mimpi yang biasa ada ketika kita tidur itu lhoo. Kalau bahasa gaulnya sih, Impian, Harapan, Cita2, dan lain sebagainya. Orang yang hidup, pasti punya mimpi. Bisa diartikan, sebagai tujuan hidup kita. Bila orang tidak punya tujuan untuk hidup, lalu untuk apa ia ada di dunia ini ?

Impian, berbeda dengan keinginan biasa. Perlu perjuangan ekstra dalam menggapai Impian. Hanya orang dengan kemauan kuatlah yang dapat mewujudkan Impian. Tentunya, Impian itu tdak hanya sebuah keinginan kcil. Karena hal itulah, Impian menjadi sangat berharga. Orang yang senantiasa meyakini mimpinya, apa pun yang terjadi, maka ia pasti bisa mewujudkannya.

Be Better, Kawan :D

Jumat, 06 Mei 2016

Proses vs Hasil

 Halo, bagaimana nih hasil Ujian Nasional kalian ? Apakah sudah memuaskan ? Ataukah masih kurang sehingga kalian sampai memiliki pemikiran ‘andai bisa mengulang waktu’ ? Setiap orang tentunya memiliki kadar yang berbeda untuk ‘hasil yang memuaskan’. Hasil yang sekian mungkin dirasa memuaskan oleh sebagian orang, namun bagi sebagian orang yang lain sangat mungkin dirasa kurang. Namun apalah daya bagi seorang manusia terhadap hasil yang sudah terjadi. Apakah benar jika hasil yang sudah keluar itu harus diselali? Apakah pantas bila kita tidak menerima sesuatu yang telah kita perjuangkan begitu keras?
 
 Ingatkah kalian bahwa sejatinya proses merupakan sesuatu yang lebih penting daripada hasil? Kenapa bisa demikian? Sekarang coba perhatikan, apakah mungkin jika sebuah hasil itu dimanipuasi, diubah, atau bahkan direkayasa? Jawabannya, Ya, sangat mungkin. Lalu bagaimana dengan proses? Proses sebenarnya adalah cerminan sesungguhnya dari hasil. Dengan melihat proses, maka sebebnarnya kita sedang melihat hasil itu sendiri.

 Namun bagaimana jika seseorang sudah berproses dengan sangat maksimal, tapi malah mendapatkan hasil yang dirasa kurang? Jika seperti itu kasusnya, maka kita hanya perlu untuk berpikiran positif. Bisa jadi, Allah SWT mengharapkan kita untuk sukses dalam hal yang lain. Bukankah kesuksesan itu ada bermacam bentuknya? Bukankah UN bukan gerbang terakhir yang harus kita lalui? Kita hanya perlu meyakini, bahwa masih ada banyak kesuksesan2 lain yang sedang menunggu kita. Yang perlu kita lakukan, hanyalah senantiasa berproses secara maksimal, tanpa pernah merasa lelah akan hal itu.

Be Better, Kawan :D

Jiwa yang Menjerit

 Long weekend kali ini jalan ramai tidak hanya oleh orang2 yang ingin berlibur, namun juga diramaikan anak2 SMA yang merayakan kelulusan mereka. Ya, hari ini merupakan pengumuman Ujian Nasional 2016. Di beberapa sekolah, terlihat anak2 yang mencorat coret seragam mereka dan berpawai bareng. Meski sebenarnya pawai telah dilarang, namun masih saja ada yang tidak mengindahkan hal itu. Mereka lebih memilih meluapkan kebahagiaan karena telah menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA.

 Padahal jika ditilik dari kacamata yang lebih luas, lulus SMA hanyalah sebuah ‘kesuksesan kecil’. Meski begitu, mereka merayakannya seakan itu adalah hal yang sangat spesial. Memang kelulusan merupakan sesuatu yang harus dicapai dengan usaha maksimal, namun bagaimana jadinya jika mereka menghadapi kesuksesan2 lainnya yang lebih besar. Misalnya saja diterima di Universitas impian, lulus kuliah dengan nilai yang memuaskan, atau ketika mereka mendapatkan pekerjaan yang mereka impikan. Bagaimana kiranya jiwa mereka akan menerima hal tersebut?

 Kelulusan SMA, sebenarnya merupakan ‘gerbang baru’ untuk masuk ke dunia yang lebih luas. Jika biasanya teman sekelas hanya dari satu daerah saja, maka di perkuliahan teman2 nya akan berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Perbedaan budaya tentunya akan menjadi sesuatu yang mungkin tidak dirasakan saat di SMA. Maka dari itu, penulis sangat mengharapkan lulusan SMA bisa ‘meluluskan’ pula jiwa mereka agar bisa menerima ‘kesuksesan2’ lain yang lebih besar yang sangat mungkin untuk mereka capai.
 
Be Better, Kawan :D